Terima kasih atas tanggapannya. Ini memperjelas banyak hal.
Bagian perceraian itu memang banyak lubangnya. Tanpa bukti visum, bagaimana MC bisa kalah di pengadilan? Apa hukum Jepang memang seburuk itu? Atau ada sesuatu yang disembunyikan? Si FMC juga terlalu lugu, menerima MC hanya karena yakin...