Point: Ini LN bener-bener Gila Heroinenya. Yanderenya Tingkat akut. Original Protagnya, cowo sampah ini dibunuh beneran. Dia dibuat mengalami pengalaman dan rasa sakit yang sama seperti yang telah di alami MC. Tangan kanan di tusuk, dibunuh dengan di tabrak truck yang dikendarai oleh para Heroine. Tidak cuman itu, Original Protag di pancing buat bisa pasang kamera pengintai di kamar MC, disuruh liat adegan Sex para Heroine dengan MC yang seharusnya jadi haremannya.
Character:
MC: Iriya Satoshi
Heroine1: Saionji Satsuji (Pink)
Heroine2: Kitagawa Reine (Silver)
Heroine3: Nanjou Shuna (Brown)
Heroine4: Shinonome Shino (Black)
Other:
Original Protag: Sano Yuuto
Note: Game LOD (Love or Death)
★ Iriya Satoshi (MC) hanyalah karakter MOB. Ia baru menyadari bahwa dirinya terlahir kembali ke dunia sebuah gal game berjudul Love or Death ketika memasuki SMA. Di kehidupan sebelumnya ia hanya seorang pengangguran yang berulang kali gagal masuk perguruan tinggi. Karena merasa menjadi beban bagi keluarga, ia mencoba belajar trading untuk mencari penghasilan, tetapi berujung pada kegagalan. Beban mental yang berkepanjangan membuatnya akhirnya memutuskan untuk bunuh diri dengan menenggak obat tidur dalam dosis besar.
★ Walaupun Satoshi tahu dirinya telah terlahir kembali, awalnya ia mengira hanya masuk ke dunia yang mirip dengan dunia sebelumnya. Sejak kecil, dengan tekad untuk tidak mengulang kegagalannya di kehidupan lalu, ia belajar mati-matian dan memanfaatkan ingatannya hingga dijuluki anak jenius. Bahkan saat masih SD, ia sudah mulai melakukan trading FX dan berhasil mengumpulkan tabungan hingga jutaan yen. Namun, orang tuanya justru menganggapnya aneh. Alih-alih memberi kasih sayang, mereka sampai meragukan darah dagingnya sendiri dan melakukan tes DNA. Merasa tidak diakui sebagai anak, Satoshi akhirnya memutuskan untuk hidup sendiri ketika masuk SMA dan memutus hubungan dengan kedua orang tuanya.
★ Setelah Satoshi menyadari bahwa dirinya terlahir di dunia Love or Death, ia tahu bahwa dirinya hanyalah seorang MOB yang selalu berakhir mati di setiap bad end masing-masing heroine. Satu-satunya cara untuk tetap selamat adalah jika protagonis asli, Sano Yuuto, berhasil memasuki harem route. Namun, berdasarkan pengamatan Satoshi, Yuuto hanyalah cowok sampah yang sama sekali tidak berkontribusi untuk menarik perhatian para heroine. Demi bertahan hidup, Satoshi pun mencoba menggantikan peran Yuuto. Akan tetapi, seberapa keras pun ia berjuang, menghabiskan tabungan, membantu menyelesaikan masalah para heroine, semua usahanya justru diklaim oleh Yuuto. Setiap kali Satoshi berinteraksi dengan heroine, keesokan harinya heroine itu langsung melupakan keberadaannya. Pada akhirnya, Satoshi hanya bisa pasrah, menganggap semua ini adalah paksaan dari original route game yang menjadi takdir dunia dan mustahil ia ubah.
★ Pada hari kelulusan, para heroine (Satsuki, Reine, Shuna, dan Shino) yang diwakili oleh Satsuki menanyakan kepada Yuuto siapa perempuan yang akan ia pilih. Satoshi hanya bisa berharap, untuk terakhir kalinya, agar Yuuto tidak membuat pilihan yang salah. Namun, alih-alih menerima cinta mereka, Yuuto justru mengajak keempatnya menjadi sex friend dengan alasan ia tidak bisa memilih satu di antara mereka karena masing-masing memiliki keunggulan. Mendengar jawaban itu, Satsuki merasa kecewa dan pergi meninggalkan Yuuto, mereka semua ternyata hanya dianggap sebagai pemuas nafsu.
★ Bad End Route sudah di depan mata, jika para heroine menolak, semuanya akan mati. Satoshi pun memikirkan cara untuk membalas sang author yang membuat route buruk seperti ini. Akhirnya ia menemukan satu-satunya cara agar author tidak mendapatkan cerita yang diinginkan dengan menyelamatkan semua heroine. Saat Satsuki hendak menyeberang jalan, Satoshi mendorongnya untuk menghentikan langkah mereka, namun tidak lama kemudian ia tertabrak truk yang melintas. Sebelum kehilangan kesadaran, Satoshi mengerahkan seluruh tenaga untuk memastikan keselamatan para heroine. Setelah yakin bahwa mereka semua selamat, ia merasa puas karena berhasil memberikan ending yang berada di luar kehendak author game ini.
▼ Setelah sadar dari Koma
★ (Satsuki)
Satoshi terbangun dari koma setelah hampir seminggu, disambut oleh tangisan Satsuki. Satsuki merasa sangat bersalah, terutama karena nyawa Satoshi nyaris melayang saat ia menyelamatkannya. Selama berada di ruang perawatan, Satsuki terus berusaha membantu Satoshi, bahkan sampai menyuapinya. Ketika Satoshi menolak karena bisa makan sendiri, aura Satsuki berubah, sorot matanya memudar, ia terus meminta maaf karena merasa sebagai orang yang tidak berguna. Satoshi segera menghiburnya, meyakinkan bahwa ia hanya merasa malu dan masih sangat memerlukan bantuannya. Kembali ceria, Satsuki menanyakan pendapat Satoshi tentang Sano Yuuto. Meski dalam hati sangat membenci Yuuto karena telah merebut semua kerja kerasnya, Satoshi hanya memberikan pujian seadanya agar tidak terasa aneh, mengingat ia tidak punya hubungan dengan Yuuto. Satsuki memastikan sekali lagi apakah Satoshi benar-benar menganggap Yuuto orang baik. Namun sebelum Satoshi sempat menjawab, Satsuki menyela, ia tidak lagi menyukai Yuuto. Dulu ia memang mencintainya, tetapi itu bukan kehendaknya sendiri. Kini, Satsuki menyatakan bahwa ia hanya akan memperhatikan Satoshi, mulai sekarang untuk selamanya.
★ (Reine)
Satoshi tidak suka berada di kerumunan. Setelah mendapat izin keluar dari ruang perawatan, ia pergi ke taman di belakang rumah sakit dengan bantuan Reine yang mendorong kursi rodanya. Saat memperhatikan wajah Reine, Satoshi terpesona dengan kecantikannya, tetapi karena malu, ia tidak mengaku meskipun kemudian ia mengaku saat Reine mengatakan bahwa ia menyukai pria yang jujur. Reine, yang dibesarkan dalam keluarga penuh kekerasan rumah tangga, terkenal penyendiri dan kesulitan jujur dengan perasaannya, terutama terhadap laki-laki. Ia meminta maaf atas ucapannya yang merendahkan Satoshi, penyelamat nyawanya, dan memohon agar Satoshi tidak meninggalkannya. Reine berjanji akan memperbaiki sifatnya. Satoshi menenangkannya, mengatakan bahwa ia tidak membenci sifat tsundere Reine karena memahami trauma yang dialaminya. Ibunya sering membawa pria ke rumah, beberapa pria tertarik pada kecantikannya, sehingga ibunya menjadi iri dan memukul Reine. Trauma ini membuat Reine selalu menjaga jarak dengan pria. Ketika Reine menanyakan bagaimana Satoshi bisa tahu tentang traumanya, Satoshi spontan menyebut dapat informasi dari Yuuto. Mendengar nama itu, aura Reine berubah, ia tidak ingin mendengar nama “cowok sampah” itu, apalagi dari mulut Satoshi. Dulu ia memang mencintai Yuuto, tetapi itu bukan kehendaknya sendiri, ia dibuat untuk mencintainya. Di akhir, Reine menyatakan bahwa ia akan selalu berada di sisi Satoshi untuk selamanya.
★ Shuna
Shuna mengunjungi ruang perawatan Satoshi sambil membawa game agar ia tidak bosan selama masa pemulihan. Ia meminta maaf karena hanya bisa membelikan game lama, padahal Satoshi adalah penyelamat nyawanya. Melihat Shuna murung, Satoshi menghiburnya dan berterima kasih, mengatakan bahwa sangat jarang bisa bermain game lama seperti itu. Karena tangan kanan Satoshi tidak bisa digerakkan, ia kesulitan bermain. Akhirnya Shuna memegang controller bagian kanan, sementara Satoshi bagian kiri, sehingga mereka bisa bermain bersama. Shuna merasa senang karena ini menjadi pengalaman pertamanya melakukan sesuatu bersama Satoshi. Ia juga menceritakan bahwa akhirnya bisa masuk kuliah karena perusahaan orang tuanya tiba-tiba mendapat banyak pesanan dan terhindar dari kebangkrutan. Satoshi menyebut bahwa itu mungkin berkat Yuuto, namun Shuna dengan nada dingin bilang Satoshi pembohong. Ia menambahkan bahwa dirinya hanya mendedikasikan diri untuk Satoshi seorang, hingga akhir hayatnya.
★ Shino
Shino tiba-tiba muncul di ruang perawatan Satoshi ketika ia sedang memikirkan betapa dibencinya Yuuto oleh para heroine. Shino menanyakan apa yang sedang dipikirkan Satoshi. Secara spontan, Satoshi beralasan bahwa ia sedang memikirkan tentang uang karena juga melakukan trading FX. Shino kemudian menyarankan Satoshi untuk menaruh saham di perusahaan Hoshi Net yang sedang memulai proyek baru. Namun Satoshi menolak karena tahu proyek tersebut mudah ditiru perusahaan lain, dan proyek akan direbut jika perusahaan lebih besar meniru ide itu. Shino memuji kecerdasan Satoshi dan berharap ia bergabung dengan Shinonome Group. Satoshi hanya mengetahui masa depan sesuai ingatan dari kehidupannya sebelum meninggal, ia tidak tahu bagaimana masa depan setelah itu. Sebelum meninggalkan ruangan, Shino menyatakan bahwa ia akan menyingkirkan seluruh bahaya yang mengancam Satoshi, sama seperti Satoshi yang telah menyingkirkan bahaya bagi dirinya.
★ Keempat heroine ternyata sudah membaca buku harian Satoshi. Mereka menyimpan dua rahasia dari Satoshi. Pertama, mereka semua mengetahui bahwa pada hari kecelakaan itu, mereka akan mati tapi berkat pengorbanan Satoshi mereka selamat. Selain itu, mereka juga tahu bahwa Satoshi terus-menerus menolong mereka, meski mereka tidak mengingatnya karena takdir dunia. Kedua, mereka memiliki tujuan untuk membunuh Sano Yuuto, orang yang telah mempermainkan hati dan nyawa mereka demi jalan takdir dunia game ini.
▼ Ketika Satsuki, Reine, Shuna, dan Shino membaca buku Diary Satoshi
★ Buku harian Satoshi pertama kali dibaca oleh Satsuki, karena dialah yang membantu membereskan barang-barang Satoshi saat kecelakaan terjadi di hadapannya. Awalnya, Satsuki tidak mengetahui alasan mengapa ia menyimpan buku harian itu. Setelah membacanya, Satsuki merasa bingung dan tidak lagi tahu siapa dirinya sebenarnya, sehingga ia meminta Reine, Shuna, dan Shino untuk ikut membaca dan bersama-sama mencari jawaban apa yang sebenarnya telah terjadi.
★ Keempat heroine berkumpul di sebuah family restoran untuk membaca buku harian milik Satoshi yang dibawa Satsuki. Awalnya, buku harian itu tampak seperti catatan seorang stalker yang mengidolakan mereka semua. Namun, seiring membaca, mereka mulai menyadari hal-hal aneh, bagaimana Satoshi bisa mengetahui sebutan mereka sebagai “Wanita Cantik 4 Arah” pada awal kelas 1 SMA, padahal sebutan itu baru muncul saat mereka masuk kelas 2 SMA. Tidak hanya itu, mereka pun tercengang mengetahui bagaimana Satoshi bisa mengetahui seluruh masalah mereka, mulai dari masalah keluarga, ekonomi perusahaan, hingga pekerjaan.
★ Keempat heroine juga membaca kekesalan Satoshi terhadap tindakan Yuuto, yang sama sekali tidak berkontribusi membantu mereka. Semua perjuangan Satoshi justru diklaim sebagai hasil usaha Yuuto. Misalnya, saat Satoshi membeli seluruh foto Satsuki yang bekerja sebagai model gravure untuk menyelamatkannya dari paksaan manajer dan perusahaan agar tidur dengan pengusaha demi karier idolnya. Ia juga menyelamatkan Reine dari kekerasan ibunya, yang hampir membahayakan nyawanya jika dompet ibunya tidak ditemukan, Satoshi mengganti dompet itu dan mengisinya dengan uang. Selain itu, Satoshi menyelamatkan perusahaan Shuna dari kebangkrutan dengan memesan cetakan dalam jumlah besar menggunakan sebuah novel atas nama Yuuto, sehingga Shuna terhindar dari harus menjual dirinya. Ia juga melindungi Shino dari paksaan tunangan yang ditentukan oleh keluarganya, dan berbagai upaya lain demi keselamatan para heroine.
★ Reine sempat histeris menolak kenyataan itu. Namun setelah menenangkan diri, ia menyarankan untuk memastikan kebenarannya dengan menanyakan langsung kepada Yuuto melalui telepon. Jawaban Yuuto membuat mereka terkejut karena ia sama sekali tidak mengetahui seluruh perbuatan yang selama ini mereka anggap sebagai hasil bantuannya.
★ Saat Satoshi masih koma, Shino mengajak mereka menggeledah rumah Satoshi untuk mencari bukti lain. Di sana, mereka menemukan hal-hal yang sesuai dengan catatan Satoshi seperti kumpulan foto Satsuki yang dibeli hingga 100 buku, dompet ibu Reine, bukti pemesanan di perusahaan Shuna, dan sebagainya. Mereka merasa terselamatkan setelah menemukan selembar sobekan dari buku catatan Satoshi di kamarnya. Selembaran itu berisi pesan bahwa Satoshi adalah seorang reincarnator yang memiliki ingatan dari kehidupan sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa dunia ini adalah dunia game yang menakdirkan kematian jika berakhir Bad End, tetapi tak perlu khawatir lagi karena takdir itu hanya berlaku hingga kelulusan SMA. Kini, mereka benar-benar bebas, mau menjalin hubungan dengan Yuuto atau pria lain sepenuhnya menjadi pilihan mereka. Satoshi sendiri tidak mengetahui bagaimana takdir akan berlangsung di masa depan, namun ia berharap mereka semua bisa bahagia.
★ Setelah membaca catatan terakhir Satoshi, keempat heroine merasa sangat berterima kasih padanya. Perlahan, wajah mereka memerah karena mulai muncul perasaan cinta terhadap Satoshi. Dulu, ketika mereka masih menyukai Yuuto, hubungan mereka dipenuhi rivalitas dan persaingan satu sama lain. Namun kali ini, Reine menyarankan agar mereka semua menjadi milik Satoshi, sambil tetap menjaga hubungan mereka sebagai teman.
★ Yang mengejutkan, Shuna yang biasanya dikenal sebagai Saint Gadis baik hati, tiba-tiba menanyakan apa yang sebaiknya mereka lakukan terhadap Yuuto. Wanita yang baik hati itu, secara mengejutkan, sampai bertanya bagaimana cara "membunuh sampah ini."
▼ Di kampus
★ Di kampus, Satoshi tetap dikerumuni oleh Satsuki, Reine, Shuna, dan Shino, membuatnya menjadi pusat perhatian dan menimbulkan tatapan iri dari mahasiswa lain. Yuuto, yang juga berada di kampus yang sama, terkejut melihat keempat heroine itu bersama Satoshi, padahal ia sendiri tidak pernah mendapatkan balasan pesan yang dia kirim ke mereka.
★ Saat jam istirahat, Satoshi yang sedang sendirian tiba-tiba disamperi oleh Yuuto. Yuuto menuduh Satoshi memanfaatkan rasa kasihan para heroine untuk membuat mereka selalu berada di sisinya. Satoshi ingin membantah, namun dalam hatinya, ia yang tidak ingin lagi sendirian, merasa ada kebenaran dalam perkataan itu.
★ Saat Satoshi dan Yuuto sedang berdua, Satsuki tiba-tiba menghampiri mereka bersama Reine, Shuna, dan Shino. Keempat heroine itu mengabaikan keberadaan Yuuto dan membawa Satoshi pergi. Yuuto mencoba menghentikan Satsuki, namun ia terus diabaikan hingga mereka berhenti di lift kampus. Karena Yuuto terus mengganggu, Satsuki menarik kerahnya dan menabrakkan kepalanya ke dinding lift sambil menatapnya dingin, menyebutnya sampah, dan menyuruhnya mati.