Zenmetsu End o Shinimono-gurui de Kaihi Shita. Party ga Yanda. - Ch. 7.2 - Quest Yang Mencurigakan

Dex-chan lover
Joined
Jan 20, 2025
Messages
9,408
pasti sesuai dugaan MC sih, w share spoiler LN Vol 2 nya, tapi buat image novelnya ntar liat versi EN ajah ntar. w share juga sampe VOL 3 untuk EN. untuk Indo cmn VOL 2 aja. hehehe :aquadrink:

Zenmetsu End wo Shi ni Monogurui de Kaihi shita. Party ga Yanda. Vol.2
Character:
MC: Wolka
Heroine 1: Lizel Arte
Heroine 2: Atri
Heroine 3:Yulitia
Heroine 4: Anze (Angesheight) The Saint of the Celestial Sword
Other:
Lestadia (The pure white Saint)
Eurilias (The Saint of Starry Eyes)
Arcaciel (The Saint of Blessing and Calamities)
Luely
Loshu
★ Story vol 2 menceritakan kelanjutan cerita sebelumnya dimana party Silvery gray menerima quest untuk mengawal pedagang bersama dengan party windmill, sekalian perjalanan pulang ke Holy capital. Mereka sudah tau kalau pedagang ini dan party windmill berniat jahat untuk menjebak Silvery gray.
(*Party windmill selain Luely adalah palsu, mereka dulu ada adventure biasa yang dijebak oleh bandit dengan cara yang sama. Luely terpaksa menjebak adventure lain karena diancam kakak dia dan dua anggota partynya Cain dan Roid akan dibunuh. Dengan rasa bersalah yang sangat besar dia terpaksa menipu Wolka dan anggota partynya.)
 Wolka dan anggota Silvery gray serta Anze dan Loshu sudah mengetahui rencana jahat pedagang ini. Mereka semua berpura-pura terkena jebakan mereka dan mengikuti para penjahat ini hingga ke markasnya. Ini dilakukan untuk menyelamatkan Luely dan menghabisi para penjahat.
★ Setelah memasuki area hutan, tiba-tiba kereta kuda yang mereka naiki lepas kendali, membuat Wolka, dan Lizel terpisah dengan Atri dan Yulitia. Loshu Holy knight pengawal Anze ketika hendak menyusul kereta kuda yang hilang kendali ini dihadang oleh beberapa bandit.
★ Wolka yang kehilangan mata dan salah satu kakinya, di nilai lemah oleh para bandit. Mereka berencana membuat Wolka sebagai sandera dan bikin anggota partynya tidak bisa melawan mereka. Wolka yang di todong dengan pedang, dengan posisi masih duduk langsung menggunakan Sword drawing skill miliknya dan memotong kedua tangan Cain dan Roid palsu. Lizel langsung menggunakan sihirnya untuk menghempaskan bandit lain yang mengelilingi kereta kuda yang mereka naiki.
★ Di kereta kuda lain tempat Atri dan Yulitia, mereka juga telah berhasil membunuh para bandit yang mengepung mereka dan segera menuju ke lokasi Wolka.
★ Pedagang yang bernama Stafio ini terpojok dan menggunakan scroll untuk mengaktifkan spirit magic. Spirit magic yang diaktifkan oleh Stafio membuat dia bisa memanggil Glutonia. Tangan-tangan hitam muncul dari magic circle dan melahap semua yang berada didekatnya. Anggota party Silvery gray berhasil menghindar dari jangkauan tangan-tangan glutonia tapi tidak untuk Luely. Luely yang tidak sempat melarikan diri, salah satu lengannya terkena sentuhan Glutonia dan membuatnya terluka parah. Stafio langsung bergerak menuju Luely dan membuatnya sebagai sandera.
★ Stafio menyebut kalau Luely adalah rekan dari para bandit karena telah membantu mereka menjebak para adventure. Kata-kata ini membuat rasa penyesalan dalam hati Luely semakin besar hingga membuat dirinya putus asa.
★ Lizel menggunakan high tier barrier magic untuk melindungi mereka dari serangan glutonia. Tangan glutonia walau berhasil dihancurkan, terus menerus muncul tangan baru dan jumlahnya semakin banyak. Wolka yang tidak bisa membiarkan Luely menjadi sandera Stafio, mengambil kuda-kuda drawing sword. Konsentrasi dia membuat dirinya hanya melihat target yang jaraknya diluar jangkauan pedang dia. Tapi dalam hati Wolka dia merasa bisa untuk menggapai Stafio, seperti saat dia berhasil mengalahkan Grimreaper. Wolka berhasil menggunakan drawing sword, Silver lightning yang serangannya bisa memotong apapun dan mengabaikan jarak serangan. Party Silvery gray terkejut karena Teknik ini adalah Teknik yang digunakan Wolka untuk menyelamatkan mereka semua saat pertarungan dengan Grimreaper.
★ Effect samping dari skill yang digunakan Wolka membuat seluruh tubuhnya merasa sakit, terlebih lagi dia menggunkanya dalam kondisi satu kaki menggunakan kaki palsu. Wolka berhasil menyelamatkan Luely, dan menerima informasi dimana kakak Luely dan anggota partynya ditahan. Wolka segera mengajak Luely untuk menemui kakaknya tapi Luely hanya bisa meminta maaf ke Wolka karena dirinya adalah seorang penjahat. Wolka mengatakan ke Luely kalau mereka semua sudah tau ini hanya jebakan, kebohongan Luely sudah diketahui dari awal. Orang yang tidak bisa berbohong tidaklah layak menyebut dirinya seorang penjahat.
★ Sesampainya di reruntuhan tempat persembunyian para bandit, Lizel mengatakan kalau 7 orang yang berada didalam reruntuhan tersebut dalam posisi tidak bergerak. Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, Luely disuruh menunggu bersama Wolka di dekat pintu masuk reruntuhan. Ternyata dari 7 orang yang berada di dalam reruntuhan, hanya 3 yang selamat. 4 orang sisahnya adalah bandit dan mereka ditemukan dalam kondisi tewas. 3 orang ini 1 adalah kakak dari Luely dan 2 perempuan dari adventure party lain. Cain dan Roid yang asli dan para pria party lain telah tewas dibunuh oleh para bandit. Ketiga Perempuan yang selamat ini juga dalam kondisi tidak sadarkan diri, dan bisa dibilang mereka telah menerima berbagai macam kekerasan.
★ Wolka disuruh menunggu didekat kakak Luely, sedangkan sisahnya mencoba menyelidiki reruntuhan untuk mengamankan perlengkapan para adventure yang dirampok oleh para bandit. Saat Wolka sendirian, tiba-tiba kakak Luely terbangun dan langsung menyerang Wolka karena mengira Wolka adalah anggota para bandit. Dia langsung menggunakan wind magic dan berusaha membunuh Wolka. Lizel dan anggota party lain yang mendengar keributan langsung pucat karena melihat Wolka diserang, dan berusaha menolongnya. Tapi Wolka menghentikan mereka semua, disuruh untuk jangan ikut campur. Wolka melihat Nasib kakak Luely sama seperti dirinya. Dia melihat kakak Luely berusaha mati-matian menyelamatkan adiknya, berjuang sekuat tenaga melakukan segala hal demi keselamatan adiknya. Tapi dia merasa putus asa setelah mengetahui bahwa adiknya tidak ada di dalam markas para bandit. Wolka mencoba menenangkan kakak Luely, dia memuji kerja keras dirinya dan memberitau kalau adiknya selamat. Berkat penjelasan dari Wolka, kakak Luely kembali tenang dan dia kembali kehilangan kesadaran setelah melihat Luely selamat.
★ Lizel, Atri, Yulitia dan Azen langsung menuju ke Wolka dan mengkawatirkan kondisinya. Anzen langsung menggunakan healing magic untuk menyembuhkan luka Wolka. Para anggota partynya histeris melihat luka Wolka, mereka kawatir kehilangan Wolka.
△ Arc penyerangan para bandit berakhir disini, selanjutnya masuk pemberian penghargaan dan hadiah dari para saint
▽ Langsung singkat saja bagian ini karena kepanjangan
★ Wolka berhasil kembali ke holy capital, para saint yang mendengar informasi mengenai Wolka dari Anze yang juga salah satu dari 4 saint tertarik untuk melihat Wolka secara langsung. Mereka semua menemui party Silvery Gray saat pemberian penghargaan tersebut. Setelah pemberian penghargaan Lestadia meminta waktu untuk ngobrol berdua dengan Wolka. Disini dia mengetahui kalau Wolka sangat membenci tuhan, dia tidak bisa memaafkan tuhan yang membuat Nasib para character berakhir tragis. *Yang dimaksud tuhan oleh Wolka adalah author manga original story, tapi buat Lestadia salah paham mengira tuhan yang dimaksud adalah tuhan yang mereka percayai. Lestadia mengira Wolka mengalami Nasib yang sangat buruk saat kecil hingga membuat dirinya putus asa dengan takdir dunia dan membenci tuhan.
★ Next vol 3 bakal bisa ketemu dengan Shanon, receiptionis Guild yang memberikan quest kepada silvery gray hingga bikin Silvery gray hampir mati semua. Ini bukan kesalahan Shanon tapi kesalahan guild yang memberikan informasi salah kepada Silvery Gray. Tapi penyesalan yang besar tetap ada dalam diri Shanon.
 
Group Leader
Joined
Oct 24, 2024
Messages
43
pasti sesuai dugaan MC sih, w share spoiler LN Vol 2 nya, tapi buat image novelnya ntar liat versi EN ajah ntar. w share juga sampe VOL 3 untuk EN. untuk Indo cmn VOL 2 aja. hehehe :aquadrink:

Zenmetsu End wo Shi ni Monogurui de Kaihi shita. Party ga Yanda. Vol.2
Character:
MC: Wolka
Heroine 1: Lizel Arte
Heroine 2: Atri
Heroine 3:Yulitia
Heroine 4: Anze (Angesheight) The Saint of the Celestial Sword
Other:
Lestadia (The pure white Saint)
Eurilias (The Saint of Starry Eyes)
Arcaciel (The Saint of Blessing and Calamities)
Luely
Loshu
★ Story vol 2 menceritakan kelanjutan cerita sebelumnya dimana party Silvery gray menerima quest untuk mengawal pedagang bersama dengan party windmill, sekalian perjalanan pulang ke Holy capital. Mereka sudah tau kalau pedagang ini dan party windmill berniat jahat untuk menjebak Silvery gray.
(*Party windmill selain Luely adalah palsu, mereka dulu ada adventure biasa yang dijebak oleh bandit dengan cara yang sama. Luely terpaksa menjebak adventure lain karena diancam kakak dia dan dua anggota partynya Cain dan Roid akan dibunuh. Dengan rasa bersalah yang sangat besar dia terpaksa menipu Wolka dan anggota partynya.)
 Wolka dan anggota Silvery gray serta Anze dan Loshu sudah mengetahui rencana jahat pedagang ini. Mereka semua berpura-pura terkena jebakan mereka dan mengikuti para penjahat ini hingga ke markasnya. Ini dilakukan untuk menyelamatkan Luely dan menghabisi para penjahat.
★ Setelah memasuki area hutan, tiba-tiba kereta kuda yang mereka naiki lepas kendali, membuat Wolka, dan Lizel terpisah dengan Atri dan Yulitia. Loshu Holy knight pengawal Anze ketika hendak menyusul kereta kuda yang hilang kendali ini dihadang oleh beberapa bandit.
★ Wolka yang kehilangan mata dan salah satu kakinya, di nilai lemah oleh para bandit. Mereka berencana membuat Wolka sebagai sandera dan bikin anggota partynya tidak bisa melawan mereka. Wolka yang di todong dengan pedang, dengan posisi masih duduk langsung menggunakan Sword drawing skill miliknya dan memotong kedua tangan Cain dan Roid palsu. Lizel langsung menggunakan sihirnya untuk menghempaskan bandit lain yang mengelilingi kereta kuda yang mereka naiki.
★ Di kereta kuda lain tempat Atri dan Yulitia, mereka juga telah berhasil membunuh para bandit yang mengepung mereka dan segera menuju ke lokasi Wolka.
★ Pedagang yang bernama Stafio ini terpojok dan menggunakan scroll untuk mengaktifkan spirit magic. Spirit magic yang diaktifkan oleh Stafio membuat dia bisa memanggil Glutonia. Tangan-tangan hitam muncul dari magic circle dan melahap semua yang berada didekatnya. Anggota party Silvery gray berhasil menghindar dari jangkauan tangan-tangan glutonia tapi tidak untuk Luely. Luely yang tidak sempat melarikan diri, salah satu lengannya terkena sentuhan Glutonia dan membuatnya terluka parah. Stafio langsung bergerak menuju Luely dan membuatnya sebagai sandera.
★ Stafio menyebut kalau Luely adalah rekan dari para bandit karena telah membantu mereka menjebak para adventure. Kata-kata ini membuat rasa penyesalan dalam hati Luely semakin besar hingga membuat dirinya putus asa.
★ Lizel menggunakan high tier barrier magic untuk melindungi mereka dari serangan glutonia. Tangan glutonia walau berhasil dihancurkan, terus menerus muncul tangan baru dan jumlahnya semakin banyak. Wolka yang tidak bisa membiarkan Luely menjadi sandera Stafio, mengambil kuda-kuda drawing sword. Konsentrasi dia membuat dirinya hanya melihat target yang jaraknya diluar jangkauan pedang dia. Tapi dalam hati Wolka dia merasa bisa untuk menggapai Stafio, seperti saat dia berhasil mengalahkan Grimreaper. Wolka berhasil menggunakan drawing sword, Silver lightning yang serangannya bisa memotong apapun dan mengabaikan jarak serangan. Party Silvery gray terkejut karena Teknik ini adalah Teknik yang digunakan Wolka untuk menyelamatkan mereka semua saat pertarungan dengan Grimreaper.
★ Effect samping dari skill yang digunakan Wolka membuat seluruh tubuhnya merasa sakit, terlebih lagi dia menggunkanya dalam kondisi satu kaki menggunakan kaki palsu. Wolka berhasil menyelamatkan Luely, dan menerima informasi dimana kakak Luely dan anggota partynya ditahan. Wolka segera mengajak Luely untuk menemui kakaknya tapi Luely hanya bisa meminta maaf ke Wolka karena dirinya adalah seorang penjahat. Wolka mengatakan ke Luely kalau mereka semua sudah tau ini hanya jebakan, kebohongan Luely sudah diketahui dari awal. Orang yang tidak bisa berbohong tidaklah layak menyebut dirinya seorang penjahat.
★ Sesampainya di reruntuhan tempat persembunyian para bandit, Lizel mengatakan kalau 7 orang yang berada didalam reruntuhan tersebut dalam posisi tidak bergerak. Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, Luely disuruh menunggu bersama Wolka di dekat pintu masuk reruntuhan. Ternyata dari 7 orang yang berada di dalam reruntuhan, hanya 3 yang selamat. 4 orang sisahnya adalah bandit dan mereka ditemukan dalam kondisi tewas. 3 orang ini 1 adalah kakak dari Luely dan 2 perempuan dari adventure party lain. Cain dan Roid yang asli dan para pria party lain telah tewas dibunuh oleh para bandit. Ketiga Perempuan yang selamat ini juga dalam kondisi tidak sadarkan diri, dan bisa dibilang mereka telah menerima berbagai macam kekerasan.
★ Wolka disuruh menunggu didekat kakak Luely, sedangkan sisahnya mencoba menyelidiki reruntuhan untuk mengamankan perlengkapan para adventure yang dirampok oleh para bandit. Saat Wolka sendirian, tiba-tiba kakak Luely terbangun dan langsung menyerang Wolka karena mengira Wolka adalah anggota para bandit. Dia langsung menggunakan wind magic dan berusaha membunuh Wolka. Lizel dan anggota party lain yang mendengar keributan langsung pucat karena melihat Wolka diserang, dan berusaha menolongnya. Tapi Wolka menghentikan mereka semua, disuruh untuk jangan ikut campur. Wolka melihat Nasib kakak Luely sama seperti dirinya. Dia melihat kakak Luely berusaha mati-matian menyelamatkan adiknya, berjuang sekuat tenaga melakukan segala hal demi keselamatan adiknya. Tapi dia merasa putus asa setelah mengetahui bahwa adiknya tidak ada di dalam markas para bandit. Wolka mencoba menenangkan kakak Luely, dia memuji kerja keras dirinya dan memberitau kalau adiknya selamat. Berkat penjelasan dari Wolka, kakak Luely kembali tenang dan dia kembali kehilangan kesadaran setelah melihat Luely selamat.
★ Lizel, Atri, Yulitia dan Azen langsung menuju ke Wolka dan mengkawatirkan kondisinya. Anzen langsung menggunakan healing magic untuk menyembuhkan luka Wolka. Para anggota partynya histeris melihat luka Wolka, mereka kawatir kehilangan Wolka.
△ Arc penyerangan para bandit berakhir disini, selanjutnya masuk pemberian penghargaan dan hadiah dari para saint
▽ Langsung singkat saja bagian ini karena kepanjangan
★ Wolka berhasil kembali ke holy capital, para saint yang mendengar informasi mengenai Wolka dari Anze yang juga salah satu dari 4 saint tertarik untuk melihat Wolka secara langsung. Mereka semua menemui party Silvery Gray saat pemberian penghargaan tersebut. Setelah pemberian penghargaan Lestadia meminta waktu untuk ngobrol berdua dengan Wolka. Disini dia mengetahui kalau Wolka sangat membenci tuhan, dia tidak bisa memaafkan tuhan yang membuat Nasib para character berakhir tragis. *Yang dimaksud tuhan oleh Wolka adalah author manga original story, tapi buat Lestadia salah paham mengira tuhan yang dimaksud adalah tuhan yang mereka percayai. Lestadia mengira Wolka mengalami Nasib yang sangat buruk saat kecil hingga membuat dirinya putus asa dengan takdir dunia dan membenci tuhan.
★ Next vol 3 bakal bisa ketemu dengan Shanon, receiptionis Guild yang memberikan quest kepada silvery gray hingga bikin Silvery gray hampir mati semua. Ini bukan kesalahan Shanon tapi kesalahan guild yang memberikan informasi salah kepada Silvery Gray. Tapi penyesalan yang besar tetap ada dalam diri Shanon.
mantap lanjut bg
btw novelnya dah sampe vol berapa?
 
Dex-chan lover
Joined
Jan 20, 2025
Messages
9,408
mantap lanjut bg
btw novelnya dah sampe vol berapa?
sampe saat ini baru 3 ngab, ntar kalo dah ada VOL 4-nya di share kok. tapi di dahuluin yang versi EN. kalo rame pas keluar VOL 4-nya, ntar w kasih versi indonya juga. tergantung nanti
 

Users who are viewing this thread

Top